Buku FIXER 2021

Buku "Mengeja FIXER 2021" versi Bahasa Indonesia dapat dipesan melalui

TENTANG FIXER

Proyek riset berkelanjutan untuk membaca dan memetakan berbagai perkembangan yang terjadi pada praktik kolektif seni di Indonesia.

Satu dekade setelah FIXER 2010, tentu ada banyak yang berubah, bertumbuh, berhenti dan berevolusi dari kolektif, komunitas, ruang alternatif atau organisasi seni rupa kontemporer di Indonesia. Pada Juni 2018, tiga kolektif seni di Jakarta—ruangrupa, Serrum, dan Grafis Huru Hara—memutuskan untuk bersama-sama membangun sebuah platform baru di Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang diberi nama Gudskul Ekosistem (sebelumnya bernama Gudang Sarinah Ekosistem).

Dalam Gudskul Ekosistem terdapat program Studi Kolektif dan Ekosistem Seni Rupa Kontemporer sebagai ruang belajar nilai-nilai berkolektif dan kerja kolaborasi. Keberadaan program ini berangkat dari keinginan untuk mengumpulkan dan mengarsipkan pengetahuan akan model-model kerja dan strategi keberlanjutan dari kolektif-kolektif yang ada di Indonesia. Berdasarkan program tersebut pula Gudskul melihat potensi untuk meneruskan dan mengembangkan proyek FIXER 2010 untuk dilakukan kembali, sepuluh tahun kemudian.

Sumber Foto: TEMPO/Subekti

“Ternyata anggapan saya selama ini bahwa seni tidak terlalu berperan dalam konflik di Aceh, keliru,”

Putra Hidayatullah,
Komunitas Tikar Pandan, Aceh

“Jangan pernah percaya bahwa pasar bisa diciptakan. Sejak awal, pasar sudah ada. Masalahnya, apakah itu pasar arus utama atau alternatif, dan apakah kita berhasil mengidentifikasi dan memasuki lingkaran pertukaran tersebut?”

Adin, Kolektif Hysteria Semarang

“Gagasan sustainabilitas mengartikulasikan momen-momen penting ketika sumber daya, infrastruktur dan akses dipergunakan, dimaknai, diciptakan dan dipikirkan kembali.”

Nuraini Juliastuti
Pendiri KUNCI Study Forum and Collective, Yogyakarta

“Pergerakan Taring Padi pada akhir 90-an memiliki “daya tarik” yang kemudian menjadi identitas karakter kolektif,”

Ladija Triana Dewi
Taring Padi, Yogyakarta

“Tidak hanya berhenti pada kesepakatan bersama untuk menegaskan bahwa tanah sebagai bahan, lahan dan gagasan adalah identitas Jatiwangi,”

Arie Syarifuddin
Jatiwangi art Factory (JaF), Majalengka

“Hasil simbiosis antara keduanya mampu meningkatkan sumber daya manusia di Mollo dan juga menghasilkan beberapa produk kreatif yang dapat mendukung keberlanjutan program mereka,”

Lakoat.Kujawas, Nusa Tenggara Timur

“Modus berorganisasi dan berkolektif tidak dibatasi pada preferensi estetik ataupun sekadar jaringan pertemanan (peer to peer based on social network), melainkan pada orientasi pembangunan ekosistem seni bersama yang lebih sehat dan saling menguntungkan,”

Rakarsa, Bandung

“Belakangan, kami menyadari bahwa setiap organisasi memiliki karakter persoalan sendiri, dan memiliki cara tersendiri pula dalam menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut. Hal ini mengharuskan Pasirputih untuk membaca, mencari strategi, dan memecahkan persoalannya secara mandiri,”

Pasirputih, Lombok Utara

“Sejak Ladang Rupa terbentuk lima tahun yang lalu, kami bergerak dengan modal kesadaran bahwa kami harus berbuat sesuatu, dimulai dari kota tempat kami berasal,”

Hidayatul Azmi
Ladang Rupa, Padang

BUKU FIXER

Buku ini merupakan hasil penelitian komprehensif terhadap 52 kolektif seni di Indonesia yang aktif selama rentang 2011-2021. Buku ini dicetak dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Buku "Mengeja FIXER 2021" versi Bahasa Indonesia dapat dipesan melalui:
Logo Tokopedia
Tersedia juga di
POST Santa
Kios Ojo Keos
Dia.lo.gue Shop
Omuniuum
Kedai Buku Jenny
Buku Seni Rupa
Catatan: Buku "Mengeja FIXER 2021" versi Bahasa Inggris segera terbit dalam waktu dekat, jika berminat silakan kirimkan pesan ke info.fixerindonesia@gmail.com
DIREKTORI KOLEKTIF

Dengan menyusuri peta kolektif FIXER, Anda dapat melihat berbagai kolektif seni yang masuk ke dalam riset FIXER 2021. Kabar baiknya, kecenderunganyang dapat dilihat bahwa keberadaan kolektif seni di Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir tidak terkonsentrasi di Jawa saja, melainkan juga di pulau-pulau lainnya.

LIHAT PETA
MENGEJA FIXER
Menyambut terbitnya buku FIXER, diadakanlah program publik, Mengeja FIXER: Serial Nongkrong Kolektif. Mengeja FIXER diadakan melalui live Instagram pada akun @fixer.indonesia.

Mengeja FIXER telah diadakan sebanyak 12 kali sepanjang April - Agustus 2021. Di dalam Mengeja FIXER, berisi obrolan hangat bersama beberapa penulis tamu dan perwakilan kolektif yang menyumbangkan tulisannya untuk buku FIXER. Mengeja FIXER adalah bincang-bincang santai a la nongkrong kolektif seni. Tentu saja perbincangannya akan mengupas A – Z kolektif seni di Indonesia; perkembangan, gagasan, regenerasi, keseharian, dll., dalam kurun waktu 10 tahun terakhir dan tentu saja imajinasi dan serta rencana kolektif seni kedepannya.
KEMBALI KE ATAS

Website sedang dalam pengembangan

Follow
@fixer.indonesia
untuk informasi kegiatan